Jika ada orang yang paling mengerti arti ketangguhan sejati, itu adalah Ibuku.
Melihat bagaimana beliau melangkah dalam hidup—menghadapi segala gelombang tantangan, membesarkan anak-anak dengan watak dan kepribadian yang berbeda, hingga berjuang sendirian tanpa pernah mengeluh—adalah sebuah keajaiban yang nyata.
Di saat orang lain mungkin menyerah, Ibu memilih untuk berdiri tegak. Ketika beban terasa begitu berat, beliau menyelesaikannya satu demi satu dengan senyuman dan kesabaran yang tak ada batasnya. Bekerja keras, mengurus rumah tangga, dan memastikan setiap anaknya merasa dicintai serta memiliki masa depan, adalah pengorbanan sunyi yang tidak pernah beliau pamerkan.
Pagi dia bekerja sebagai guru dengan gaji tidak besar tentu tidak cukup dengan lima anak, setelah bekerja Ibu mencari kerja sampingan, terkadang Ibu ikut membantu memasak di tempat hajatan cuman hanya sekedar ingin mendapatkan sesuap nasi untuk anak-anak, bahkan ibu sering menahan lapar agar memastikan anak-anak tidak kelaparan.
Sekarang, setelah dewasa dan merasakan sendiri betapa tidak mudahnya menjalani hidup dan membesarkan keluarga, rasa hormat itu tumbuh bertransformasi menjadi rasa bangga yang tak terhingga. Ternyata, pahlawan terbesar dalam hidup kami tidak memakai jubah, melainkan seorang ibu yang tangguh dengan hati yang luar biasa lapang.
Terima kasih, Ibu. Menjadi anakmu dan melihat perjuanganmu adalah salah satu anugerah paling membanggakan dalam hidup ini.